Wahai
lelaki yang kini kusebut Senja, karena setiap melihatnya atau bahkan hanya
sekedar mengingatnya, aku seperti melihat warna Senja yang berpendar, indah
namun menyakitkan karena ia pergi dengan meninggalkan gelapnya awan.
Hai,
Senja. Sudah sampai dimanakah perjalanan kita? Sedang berjuangkah kamu untukku?
Atau hanya aku saja yang sedang berlari mengejarmu? Apakah ada hembusan nafasmu
yang kau tujukan untukku? Seperti yang pernah engkau katakan bahwa aku selalu
punya tempat dihatimu dan setiap bait doa yang kau panjatkan. Masihkah itu,
duhai Senja? Jika kau bertanya kepadaku, tentu, aku sangat ingin memperjuangkanmu.
Namun apalah dayaku, seorang perempuan yang sejatinya hanya bisa menunggu.
Kepadamu
Senja, aku menuliskan ini karena aku menginginkanmu untuk sekedar tahu sedikit
saja dari banyaknya hal yang kusembunyikan semenjak kepergianmu, yang membuat
hatiku begitu sesak saat mengingatmu. Karena entah sebanyak apapun kusematkan
senyum dan kulontarkan kata bahwa aku baik-baik saja, namun tetap saja, Senja.
Rinduku itu seperti sengatan petir yang membelah awan mendung, menghentakkan
jiwaku dan tersadar bahwa sebenarnya aku tak baik-baik saja. Aku ingin kau ada
disisiku karena kau berada dalam hatiku.
Duhai
Senja yang kurindukan..
Jika
saja apa yang telah kuperjuangkan untukmu tak juga dapat membuatmu
memperjuangkanku, maka jangan pernah merasa iba untuk memecahkan balon udara
besar yang selama ini kuanggap harapan, yang kugantungkan kepadamu. Memang
benar, aku pasti akan terluka. Tapi setidaknya aku tak akan lagi melukaimu.
Untukmu
Senja, lelaki yang selalu aku semogakan dalam setiap doa, semoga kamu tidak
keberatan.













1 komentar:
your place in this heart will always exist. those words that you made, at least i know it's from your deepest feeling. don't you worry, im OK right here and you should be too. you make me feel better. just don't forget every single thing about me OK :") I'm so glad i found you. you know, I Love You. Yea I Love You ({})
Posting Komentar