Hai, perkenalkan aku.
Dulu aku adalah jiwa yang bercabang.
Pernah suatu hari di saat aku sedang berjalan dan aku
sudah merasa bosan dengan jalanku yang lurus yang mulai monoton begitu-begitu
saja, aku memilih untuk mengambil jalan lain, menikung.
Pikirku, menikung mengambil jalan lain agar aku tidak
bosan melewati jalan yang sama setiap harinya, yang terpenting aku sampai di
tujuan awal aku berjalan. Ahh, tapi menikung mengambil jalan lain itu memang
harus menerima konsekuensi tidak sampai pada tujuan awal karena jalan baru
memiliki tujuan yang baru juga.
Jalanku baru. Aku banyak menemukan sesuatu yang tidak
aku dapatkan saat aku berjalan di jalan awal. Di kanan kirinya terdapat banyak
bunga. Iya, pasti juga ada kupu-kupu. Saat malam banyak sekali lampu indah.
Jalanku terang.
Sekarang, perkenalkan aku, aku yang baru. Aku adalah jiwa yang tidak akan lagi bercabang.
Aku sudah nyaman dengan jalan baruku ini. Sekalipun
ada tikungan lagi di depan sana, aku tidak peduli. Ini jalanku.













0 komentar:
Posting Komentar