Hai! Selamat datang di duniaku yang penuh dengan berbagai macam tulisan.. Salam hangat untuk kalian semua. Allah selalu mendampingi kalian :)
RSS

19 Oktober 2013

Ini ceritaku tentang hujan

Aku suka hujan.
Aku menyukai hujan saat aku sedang sendirian berdiam di dalam kamar.
Aku menyukai hujan saat aku mengamati keadaan di luar melalui jendela
Aku menyukai hujan saat aku mencium bau tanah yang menyeruak karena tersiram oleh air hujan.
Aku menyukai hujan saat aku menghindari jalanan yang sedang turun hujan
Aku menyukai hujan saat aku melihat kilauan warna lampu yang terlihat di jalanan yang tergenang air hujan
Aku menyukai hujan saat aku merasakan air hujan menerpa wajahku.
Aku menyukai hujan saat aku harus menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas di tengah-tengah hujan.
Dan aku menyukai hujan saat mereda dan mendatangkan pelangi.

Tetapi aku membenci hujan.
Aku membenci hujan karena aku hanya bisa terdiam di satu tempat sampai mereda
Aku membenci hujan karena aku tidak berani menatap petir yang membelah langit
Aku membenci hujan karena aku tidak ingin mendengar gemuruh petir yang mengganggu telingaku
Aku membenci hujan karena aku merasa ketakutan saat hujan turun dengan lebat disertai angin dan petir yang menggelegar
Aku membenci hujan karena aku takut saat aku terjebak hujan tanpa di temani siapapun
Aku membenci hujan karena aku benci tubuhku yang kedinginan karena tersiram air hujan
Aku membenci hujan karena aku tidak ingin melihat langit yang mendung
Dan aku membenci hujan saat hujan mereda tanpa meninggalkan senyuman pelangi

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

15 Oktober 2013

Tuhan.. Peluklah aku.. Dengarkan rintihanku..


"Aku lelah Tuhan.. Aku muak dengan semua yang ada di dalam hidupku. Aku benci dengan kegiatan yang aku jalani setiap hari. Aku jengah. Ingin sekali aku meneriakkan ini semua kepada atmosfir dunia. Namun yang tersedia hanya ruang hampa. Yang tidak bisa didengar oleh siapapun, kecuali Engkau. Tuhan.. Aku harus bagaimana? Ya Tuhaaaaan.."

Setidaknya itu kalimat bodoh yang aku katakan saat aku lemah. Seperti orang yang lumpuh dengan segala keterbatasannya. Otakku rasanya seperti terbelenggu dalam lingkaran setan yang seharusnya tidak pernah mendekat. Tetapi aku hanyalah manusia biasa, perempuan sederhana yang masih banyak kekurangan, yang masih selalu mengeluh, yang masih lupa akan kata bersyukur dan yang masih belum atau bahkan mungkin tidak akan pernah sempurna.

Untuk kali ini.. Aku ingin merintih.. Lagi..

Peluklah aku Tuhan, disaat aku tidak berdaya menahan sakit yang ada dalam tubuhku. Peluklah aku Tuhan, disaat aku mulai lelah dengan perjalanan hidupku. Peluklah aku Tuhan, disaat aku merasa kesepian karena kesendirianku. Peluklah aku Tuhan, disaat semua orang yang aku sayangi mulai menitipkan jarak untukku, menjauhiku. Dan kumohon peluklah aku Yaa Tuhan, disaat aku mulai tak sanggup menyaksikan kenyataanmu..
 
Aku mengetahui satu hal bahwa seluruh hidupku ini adalah milikmu. Aku mengetahui satu hal bahwa Kau selalu dan selamanya berkehendak atas nasibku. Dan aku mengetahui banyak hal tentang kekuasaan-Mu..

Tuhan.. Aku hanya ingin bersama orang-orang yang sangat aku sayangi. Membuat mereka tersenyum, tertawa dan bangga atas hadirnya diriku diantara mereka. Karena sesungguhnya hal itu adalah kebahagiaan untukku. Namun terkadang ego yang tertanam didalam diriku ini terlalu besar, terlalu besar untuk merasakan dan mendapatkan semua yang aku inginkan. Namun biarkanlah aku terus seperti ini, mencintai dan menyayangi orang-orang yg belum tentu menyayangiku..

Tuhan.. Peluklah aku sejenak. Peluklah aku agar aku bisa berbesar hati dan tersenyum. Tersenyum untuk menerima kenyataan yang akan maupun yang telah aku hadapi. Yang mungkin akan membuatku terjatuh lemah tidak berdaya..

Tuhan.. Peluklah aku sejenak. Peluklah aku agar aku memiliki hati yang ikhlas. Ikhlas menerima semua takdir yang Engkau berikan padaku. Takdir yang membuatku menjadi seseorang  yg mampu menerima keputusan dan kehendakMu
. Karena aku tahu takdir yang Engkau berikan adalah jalan terbaik untuk hidupku kelak.

Tuhan.. Aku mohon peluklah aku sebentar saja. Untuk mengembalikan kembali rasa yang telah hilang, rasa semangat untuk menjalani hidupku. Karena aku tetap ingin terus berjuang menjalani hidupku yang masih sangat panjang, memperjuangkan hidupku bersama-Mu sampai Engkau memberhentikan aku di garis akhir kehidupan, sampai saatnya Engkau bilang bahwa perjuanganku telah selesai. Dan disaat itu pula aku rela meninggalkan dunia ini dengan tenang.

Yaa Allah.. Aku tahu Engkau selalu mendampingi perjalan hidupku. Terimakasih Yaa Rabb ({})

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS