Hai! Selamat datang di duniaku yang penuh dengan berbagai macam tulisan.. Salam hangat untuk kalian semua. Allah selalu mendampingi kalian :)
RSS

20 Maret 2016

Datang

Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri didepan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini.
Karena dengan langkahmu, aku terbangun, dari mati suri yang ku nina bobokan sendiri.
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi.
Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang, aku berani sumpah, aku tenang.

Rahne Putri (Writer Sadgenic)

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

18 Maret 2016

Untukmu, Senja.

Wahai lelaki yang kini kusebut Senja, karena setiap melihatnya atau bahkan hanya sekedar mengingatnya, aku seperti melihat warna Senja yang berpendar, indah namun menyakitkan karena ia pergi dengan meninggalkan gelapnya awan.

Hai, Senja. Sudah sampai dimanakah perjalanan kita? Sedang berjuangkah kamu untukku? Atau hanya aku saja yang sedang berlari mengejarmu? Apakah ada hembusan nafasmu yang kau tujukan untukku? Seperti yang pernah engkau katakan bahwa aku selalu punya tempat dihatimu dan setiap bait doa yang kau panjatkan. Masihkah itu, duhai Senja? Jika kau bertanya kepadaku, tentu, aku sangat ingin memperjuangkanmu. Namun apalah dayaku, seorang perempuan yang sejatinya hanya bisa menunggu.

Kepadamu Senja, aku menuliskan ini karena aku menginginkanmu untuk sekedar tahu sedikit saja dari banyaknya hal yang kusembunyikan semenjak kepergianmu, yang membuat hatiku begitu sesak saat mengingatmu. Karena entah sebanyak apapun kusematkan senyum dan kulontarkan kata bahwa aku baik-baik saja, namun tetap saja, Senja. Rinduku itu seperti sengatan petir yang membelah awan mendung, menghentakkan jiwaku dan tersadar bahwa sebenarnya aku tak baik-baik saja. Aku ingin kau ada disisiku karena kau berada dalam hatiku.

Duhai Senja yang kurindukan..
Jika saja apa yang telah kuperjuangkan untukmu tak juga dapat membuatmu memperjuangkanku, maka jangan pernah merasa iba untuk memecahkan balon udara besar yang selama ini kuanggap harapan, yang kugantungkan kepadamu. Memang benar, aku pasti akan terluka. Tapi setidaknya aku tak akan lagi melukaimu.

Untukmu Senja, lelaki yang selalu aku semogakan dalam setiap doa, semoga kamu tidak keberatan.

Read Comments
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS