Bagaimana mungkin
senja yang seharusnya berpendar dengan jingga yang ramah kini digantikan dengan
tangis langit yang tak tertahan, hingga jingga yg sempurna pergi pada senja
hari ini. Semoga besok mereka bertemu lagi :")
Kau tahu, aku menikmati senja yang jingganya sempurna dengan seraya menadahkan harap kepada Tuhan, semoga aku juga kamu akan berjalan dijalan yang sama, bergandengan tangan dibawah senja.
Kau tahu, aku selalu berharap akan ada "kita" suatu ketika. Terkadang, aku merasakan aku saja yang berjuang untuk terbentuknya "kita". Tak apa, semoga kau pun merasakannya :"D
Kau tahu, tak perlu kau ada disisiku pun disetiap senja, cukup ada hatimu bersamaku, aku merasakan kebahagiaan. Aku tak ingin "hujan" kala senja lagi. Yang aku ingin, "jingga sempurna" kala senja dibalut tawa.
Semoga tak ada bahagia yang pergi kala senja :") Semoga pada akhirnya, senja itu milik kita. Entah apa mungkin benar-benar akan menjadi kita atau hanya akanmenjadi kita dalam aku.













0 komentar:
Posting Komentar