"Aku
lelah Tuhan.. Aku muak dengan semua yang ada di dalam hidupku. Aku
benci dengan kegiatan yang aku jalani setiap hari. Aku jengah. Ingin
sekali aku meneriakkan ini semua kepada atmosfir dunia. Namun yang
tersedia hanya ruang hampa. Yang tidak bisa didengar oleh siapapun,
kecuali Engkau. Tuhan.. Aku harus bagaimana? Ya Tuhaaaaan.."
Setidaknya
itu kalimat bodoh yang aku katakan saat aku lemah. Seperti orang yang
lumpuh dengan segala keterbatasannya. Otakku rasanya seperti terbelenggu
dalam lingkaran setan yang seharusnya tidak pernah mendekat. Tetapi aku
hanyalah manusia biasa, perempuan sederhana yang masih banyak
kekurangan, yang masih selalu mengeluh, yang masih lupa akan kata
bersyukur dan yang masih belum atau bahkan mungkin tidak akan pernah
sempurna.
Untuk kali ini.. Aku ingin merintih.. Lagi..
Peluklah aku Tuhan, disaat aku tidak berdaya menahan
sakit yang ada dalam tubuhku. Peluklah aku Tuhan, disaat aku mulai lelah dengan
perjalanan hidupku. Peluklah aku Tuhan, disaat aku merasa kesepian karena kesendirianku.
Peluklah aku Tuhan, disaat semua orang yang aku sayangi mulai menitipkan jarak
untukku, menjauhiku. Dan kumohon peluklah aku Yaa Tuhan, disaat aku mulai tak sanggup menyaksikan
kenyataanmu..
Aku mengetahui satu hal bahwa seluruh hidupku ini adalah milikmu. Aku
mengetahui satu hal bahwa Kau selalu dan selamanya berkehendak atas nasibku. Dan
aku mengetahui banyak hal tentang kekuasaan-Mu..
Tuhan..
Aku hanya ingin bersama orang-orang yang sangat aku sayangi. Membuat
mereka tersenyum, tertawa dan bangga atas hadirnya diriku diantara
mereka. Karena sesungguhnya hal itu adalah kebahagiaan untukku. Namun
terkadang ego yang tertanam didalam diriku ini terlalu besar, terlalu
besar untuk merasakan dan mendapatkan semua yang aku inginkan. Namun
biarkanlah aku terus seperti ini, mencintai dan menyayangi orang-orang
yg belum tentu menyayangiku..
Tuhan.. Peluklah aku sejenak. Peluklah aku agar aku bisa berbesar hati dan tersenyum. Tersenyum untuk menerima kenyataan yang akan maupun yang telah aku hadapi. Yang mungkin akan membuatku terjatuh lemah tidak berdaya..
Tuhan.. Peluklah aku sejenak. Peluklah aku agar aku memiliki hati yang ikhlas. Ikhlas menerima semua takdir yang Engkau berikan padaku. Takdir yang membuatku menjadi seseorang yg mampu menerima keputusan dan kehendakMu. Karena aku tahu takdir yang Engkau berikan adalah jalan terbaik untuk hidupku kelak.
Tuhan.. Peluklah aku sejenak. Peluklah aku agar aku bisa berbesar hati dan tersenyum. Tersenyum untuk menerima kenyataan yang akan maupun yang telah aku hadapi. Yang mungkin akan membuatku terjatuh lemah tidak berdaya..
Tuhan.. Peluklah aku sejenak. Peluklah aku agar aku memiliki hati yang ikhlas. Ikhlas menerima semua takdir yang Engkau berikan padaku. Takdir yang membuatku menjadi seseorang yg mampu menerima keputusan dan kehendakMu. Karena aku tahu takdir yang Engkau berikan adalah jalan terbaik untuk hidupku kelak.
Tuhan..
Aku mohon peluklah aku sebentar saja. Untuk mengembalikan kembali rasa
yang telah hilang, rasa semangat untuk menjalani hidupku. Karena aku tetap ingin terus
berjuang menjalani hidupku yang masih sangat panjang, memperjuangkan hidupku
bersama-Mu sampai Engkau
memberhentikan aku di garis akhir kehidupan, sampai saatnya Engkau
bilang bahwa perjuanganku telah selesai. Dan disaat itu pula aku
rela meninggalkan dunia ini dengan tenang.
Yaa Allah.. Aku tahu Engkau selalu mendampingi perjalan hidupku. Terimakasih Yaa Rabb ({})













0 komentar:
Posting Komentar